WhatsApp Image 2026-04-27 at 22.32.23

Paketitik.Papuatribune.com, MANOKWARI – Kepolisian Daerah Papua Barat melaksanakan pengamanan sekaligus pelayanan terhadap aksi unjuk rasa yang dilakukan oleh mahasiswa dari Mahasiswa Puncak, BEM Universitas Papua (UNIPA), dan GMKI Manokwari pada Senin (27/04/26) di wilayah Manokwari. Aksi tersebut digelar sebagai bentuk penyampaian aspirasi terkait isu keadilan bagi masyarakat Kabupaten Puncak, dengan rencana tujuan menuju Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Papua Barat.

Sejak awal kegiatan, Polda Papua Barat menempatkan personel di sejumlah titik strategis dengan mengedepankan pendekatan humanis dan persuasif. Pola pengamanan ini dilakukan untuk memastikan kebebasan menyampaikan pendapat tetap terjaga, sekaligus menjaga situasi kamtibmas tetap aman dan kondusif.

Dalam pengawalan tersebut, Kapolda Papua Barat Irjen Pol. Alfred Papare turut hadir langsung di lapangan untuk memantau situasi serta memastikan seluruh jajaran memberikan pelayanan optimal kepada peserta aksi. Kehadiran pimpinan kepolisian ini menjadi bentuk perhatian terhadap pentingnya pengamanan yang profesional dan berorientasi pada pelayanan publik.

Sebagai wujud pelayanan, aparat kepolisian juga menyiapkan sarana transportasi berupa kendaraan truk guna memfasilitasi mobilisasi peserta aksi menuju lokasi tujuan yang berjarak sekitar 13 kilometer. Fasilitas ini disediakan sebagai upaya mendukung kelancaran kegiatan serta mengurangi risiko kelelahan peserta selama perjalanan.

Namun demikian, tawaran penggunaan sarana transportasi tersebut tidak disepakati oleh massa aksi dengan alasan tertentu terkait kondisi kendaraan. Menyikapi hal itu, aparat kepolisian tetap mengedepankan sikap humanis dengan membuka ruang komunikasi dan berdialog bersama koordinator lapangan untuk memastikan kegiatan tetap berjalan aman tanpa hambatan.

Sepanjang jalannya aksi, personel di lapangan juga melakukan pengaturan arus lalu lintas serta pengamanan terbuka dan tertutup guna mencegah gangguan terhadap aktivitas masyarakat umum di sekitar lokasi.

Polda Papua Barat menegaskan bahwa setiap kegiatan penyampaian aspirasi akan selalu difasilitasi dengan pendekatan yang humanis, selama tetap mematuhi ketentuan hukum dan menjaga ketertiban umum.

Sementara itu, Plt. Kabid Humas Polda Papua Barat Kombes Pol. Gadug Kurniawan menyampaikan bahwa Polri berkomitmen untuk terus hadir sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat dalam setiap dinamika sosial yang terjadi.

“Polri selalu menjamin ruang demokrasi bagi masyarakat untuk menyampaikan pendapatnya. Di sisi lain, kami juga berkewajiban memastikan kegiatan berlangsung aman, tertib, dan tidak mengganggu aktivitas publik,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa pendekatan humanis, komunikasi, dan pelayanan akan terus menjadi prioritas dalam setiap pengamanan aksi di wilayah Papua Barat, sebagai bagian dari upaya menjaga stabilitas keamanan dan kepercayaan masyarakat. (****)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *